Tampilkan postingan dengan label mikologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mikologi. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 April 2016

jamur dan kehidupanya

Monggo disimak, seng apik jimok wae, seng elek guangen adoh-adoh. Nek ora percoyo karo aku yo kono minggat to. Nek percoyo tinggalno komen
Jamur mempunyai beberapa cara hidup, sebagian besar jamur hidup secara saprofit dan parasit, walaupun ada sebagian kecil lainya jamur yang hidup sebagai simbion dan komensal.

  1. Saprofit: dimana jamur hidup tumbuh dan berkembang di inang yang sudah mati, atau sisa dari makluk hidup lainnya. Mengambil sisa bahan organik dan akan dirombak untuk dijadikan makannya. 
  2. Parasit: dimana jamur tumbuh dan berkembang di inang yang masih hidup dan merugikan inang tersebut. parasit dibagi menjadi dua bagian lagi, yaitu parasit obligat dan parasit fakultatif. parasit obligat yaitu : makhluk hidup yang kehidupannya tergantung kepada inangnya, jika inangnya masih hidup maka dia akan hidup dan jika inangnya mati dia akan mati juga. parasit fakultaif yaitu: mahluk hidup yang sebagian kehidupannya tergantung pada inangnya.
  3. simbion atau simbiosis: interaksi antara 2 individu yang hidup berdampingan dan tidak merugikan satu dengan yang lainya.
  4. komensal atau komensalisme: 2 individu yang hidup berdampingan tidak merugikan tetapi saling menguntungkan.
Jamur bereproduksi dengan dua cara, secara aseksual dan seksual. contohya seksual jamur yaitu bertemua spora jamur yang cocok dan melebur dan selanjutnya akan menjadi tubuh buah jamur tersebut.
setelah jamur tumbuh ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan jamur:
  1. substrat. jamur membutuhkan substrat untuk asupan makanya, yang paling penting yaitu glukosa, lipid atau lemak dan protein.
  2. kelembapan, tidak salah lagi jamur paling suka dengan kemlembapan. jamur paling suka dengan kelembapan sekitar 70-90%
  3. suhu, kisaran suhu yang dibutuhkan jamur yaitu dari 26-32 derajat C.
  4. derajat keasaman. jamur dapat tumbuh dari pH 4,5-7, tetapi jamur lebih suka tumbuh pada kisaran pH 4.5-5.
  5. dan masih banyak lagi yang lainnya.....
TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA, JIKA TERBACA SAYA MAKLUMI
klik iki nek wani games dan aplikasi seru!!!!!!! 

FUNGI

Ilmu yang mempelajari tentang Fungi adalah mikolaogi, berasal dari bahasa yunani, myces "Fungi" dan logos" ilmu/pengetahuan". orang pertama yang tertarik dengan mikolagi ialah Pier Antoni micheli seorang  ahli Botani berasal dari italy yang pada tahun 1729 menerbitkan bukunya yang berjudul NOVA PLANTARUM GENERA.

fungi dibagi atas 3 bagian yaitu , yeast, mold dan mushroom. dan jika saya terjemahkan artinya Jamur terbagi 3 bagian yaitu khamir, kapang dan cendawan. 
Banyak yang salah paham tentang jamur di Indonesia, banyak yang menyamakan antara kata jamur dan cendawan. padahal itu berbeda satu dengan yang lainnya. 
Jika kita menyebutkan jamur, maka khamir, kapang dan cendawan termasuk didalamnya.

  1. khamir atau yeast: khamir tidak dapat dilihat dengan mata telanjang hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop. khamir hanya berbentuk seperti hifa yang sangat kecil. khamir biasnya digunakan untuk alat fermentasi.
  2. kapang atau mold: kapang berbentuk seperti benang benang yang banyak atau sering disebut miselium, kumpulan dari beberapa hifa, tetapi kapang ini dapat diliihat menngunakan mata telanjanga tanpa menggunakan mikroskop. contohnya seperti kapang pada tempe, atau jamur tempe jamur ditempat makanan yang sudah membusuk.
  3. cendawan atau mushroom : cendawan sering kita sebut sebagai jamur, atau jamur makro, atau jamur besar yang sudah mempunyai tubuh buah yang dapat kita lihat bagian bagian tubuh buah tanpa menggunakan mikroskop. Bentuk tudung, tangkai dan lainya terlihat jelas, seperti jamur merang.
Bedakan juga antara khamir dan ragi. khamir bukanlah ragi. 

TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA, JIKA TERBACA SAYA MAKLUMI.
 ini bukan hanya untukmu, ini untukku juga. ini bukan memaksa jadi milikmu, ini paksaan untukku supaya mengingatnya.

klik nang kene games dan apliasi seru!!!!!
 

Rabu, 07 Januari 2015

Jamur (identifikasi jamur)

sekilas tentang jamur,,,,
sekarang saya lagi bergelut di dunia mikologi, mikologi adalah satu ilmu yang mempelajari tentang jamur. saya bergelut dengan jamur karena saya sedang penelitian tentang jamur. yang lebih tepatnya yaitu jamur makroskopis. hampir saya putus asa karena judul ini, kurangnya sumber yang berbahasa Indonesia membuat saya sangat prustasi. sumber yang saya cari tentang jamur yang versi indonesia kebanyakan tentang bisnis jamur. yang membahas apa itu jamur sangat jarang di temukan, kalaupun ada sangat sulit untuk di temukan dan tidak beredar luas.

akhirnya saya berpindah haluan mencari buku dan jurnal versi bahasa internasional. sangat banyak dan cukup memuaskan tetapi membuat saya pening. semangat harus tetap ada untuk mencapai gelar SP. petani yang mempunyai gelar.... hahahahahaha

Sebelum tau lebih dalam kita harus mengetahui apa itu fungi, apa itu khamir, apa itu jamur dan apa itu kapang?????

menurut kesimpulan saya fungi adalah kumpulan dari khamir, jamur dan kapang. saya simpulkan dari buku gandjar 2014 dan browsing dari google....
1. khamir
2. kapang
3. cendawan
 
langkah kedua kita harus mengetahui cara hidup fungi tersebut. menurut achmad, 2011 berdasarkan cara hidup fungi dikelompokan menjadi 4 : parasit, saprob, komensal, dan simbion.


langkah yang ketiga kita harus mengenal lebih jauh dunia mikologi.
banyak buku untuk identifikasi jamur buku yang saya pakai yaitu dari gandjar 2014, webster and weber 2007. dan alexopoulus 1962



Sabtu, 31 Mei 2014

SEKILAS TENTANG REPRODUKSI JAMUR

sebelum kita mengetahui bagaimana jamur ber reproduksi saya sebagai penulis ingin memberikan trik dari buku gandjar, I. bagaimna cara mengetahui apakah di lingkungan kita banyak jamur atau tidak. caranya cukup mudah yaitu letakkan saja cawan petri yang sudah berisi media dapat seperti medium Potato Dextro Agar atau tauge extract 6% sucrose agar, setelah itu biarkan cawan petridis tersebut selama 30 menit di udara terbuka, setelah itu di inkubasi selama 2-7 hari. lalu di amati, maka akan terlihan dicawan tersebut koloni-koloni kapang yang tercampur dengan koloni khamir atau pun bakteri.

REPRODUKSI jamur
jamur bereproduksi ada yang uniseluler ada juga yang multiseluler.
1. jamur yang uniseluler berkembang biak dengan seksual dengan membentuk tunas, sedangkan dengan aseksual jamur akan membentuk spora askus.
2. jamur multiseluler berkembangbiakan dengan seksual dan aseksual, seksual melalui pelaburan antara inti jantan dan betina sehingga akan membentuk spora askus dan spora basidium, sedangkan aseksual dengan cara memutuskan benang hifa (fragmentasi) dan membentuk spora (zoospora, endospora dan konidia)

konidia:
askus spora:
konidia:
hifa:
misellium:
zoospora:
endospora: