Kamis, 05 Mei 2016

cara mengatasi printer cannon eror 5b00 (230 atau 237)

Printer cannon anda error 5b00 ini solusinya.
printer cannon error 5b00 ini di tandai dengan gambar tinta tumpah dari kaleng yang muncul ketika mau ngeprint. setelah itu muncul kelap-kelip atau kedap-kedip dan hidup lampu pada printer kesana kesini dengan warna kuning dan oren selama 6 kali.
ketika hal itu terjadi pada printer anda, jangan panik, tetap legowo. ora ono seng neng dunyo iki urip tanpo ono ne cobaan. he he
 begini caranya.
pastikan driver printer sudah terinstal dengan baik.
kalau belum punya ini saya sediakan download driver printer 230/237

  1. matikan printer terlebih dahulu
  2. tekan dan tahan tombol stop/reset pada printer anda, dan jangan dilepas dahulu
  3. tekan dan tahan tombol On
  4. lepas tombol stop/reset tanpa melepas tombol On
  5. tekan tombol stop/reset sebanyak 5-6 kali (ketika di tekan tombol stop/reset lampu akan berpindah-pindah)
  6. setelah itu lepas tombol On yang telah di tahan tadi
langkah berikutnya yaitu restar printer cannon anda dengan app Resetter Canon MP2370, kalau belum punya silahkan download terlebih dahulu. ini tak sediakan juga app nya supaya lebih mempermudah:
Resetter Canon MP2370 service tool_3200 : DOWNLOAD

instal nanti akan muncul seperti gambar di bawah ini
reset dan test print. sediakan kertas minimal 2 lebar saja.

selamat mencoba
tetap lewogo menerima keadaan jika sedang terburu-buru



cara mengatasi komputer atau laptop yang lelet

monggo di simak dengan seksama.

banyak hal yang membuat komputer/laptop kita jadi lelet.

  1. karena kebanyakan menyimpan data
  2. terlalu banyak app tanpa memperhitungkan kinerja dari laptop/komputer
  3. terkena virus yang sudah merajalela, kebanyakan anti virus
  4. kinerja harddisk sudah mulai melambat, bad harddisk
  5. terlalu banyak menyimpan sampah (hal yang tak perlu di simpan)
saya akan memberikan tips cara menghapus sampah/ file yang sudah tidak terpakai. file ini kadang juga dapat memperlambat kinerja komputer/ laptop kita. ada tiga sampah yang perlu kita hapus.

A. sampah folder prefecth
  1. klik gambar windows pada keyboard komputer anda + klik huruf R.
  2. setelah muncul (Run) ketik prefetch dan klik ok
  3. setelah ok klik continue
  4. tunggu dan akan masuk ke folder perfect
  5. hampus semua isi dalam folder tersebut.
B. sampah pada folder %temp%
caranya sama seperti poin A, hanya no 2 di ganti dengan ketik %temp%

C. sampah pada temp
cara sama dengan poin A, no 2 fanti dengan ketik temp
kapan kita menghapus file file tersebut????
terserah kapan pun anda sempat dan merasa komputer/laptop anda sudah mulai lelet


monggo. dilaksanakan dengan seksama

Senin, 18 April 2016

MORFOLOGI JAMUR (cendawan)

Jamur mempunyai bagian terpenting dari bagian tubuhnya, begitupula dengan cendawan, yaitu Hifa.
apa itu hifa?
Hifa adalah struktur yang berbentuk tabung, menyerupai benang-benang kecil  yang terbentuk dari pertumbuhan spora atau konidia.
muncul pertanyaan berikutnya, "apa itu spora dan konidia?"
Spora adalah alat perbanyakan (reproduksi) pada mikroorganisme tingkat rendah paling tepatnya jamur, yang terdiri dari satu atau beberapa sel yang dilindungi oleh lapisan pelindung.

Konidia adalah alat perbanyakan secara vegetatif pada jamur.

A. Hifa


Hifa adalah elemen terkecil dari jamur, yaitu berupa benang-benang filamen yang terdiri dari sel-sel yang mempunyai dinding, protoplasma, inti dan biasanya mempunyai sekat.Hifa yang mempunyai sekat disebut hifa sunositik.Benang–benang hifa ini bercabang dan bila membentuk anyaman disebut miselium.

Hifa merupakan benang–benang (filamen) yang terdiri dari komponen dinding sel, cairan sel (protoplasma) dan inti (nucleus). Pada umumnya hifa mempunyai sekat(septa)dan dibedakan menjadi  tiga macam yaitu hifa vegetatif, hifa udara dan hifa produktif.

Hifa vegetatif menuju kearah substrat (kebawah). Hifa ini berfungsi untuk mengambil zat-zat makanan. Hifa udara menuju kearah udara (keatas) hifa ini berfungsi untuk pengambilan oksigen. Hifa produktif merupakan hifa yang pada umumnya menjulang keatas substrat, hifa ini berfungsi untuk membentuk alat-alat reproduksi seperti konidiaspora,konidiofora dan lain-lain.

Menurut bentuknya hifa dibedakan menjadi tiga macam yaitu: hifa bersepta,hifa tidak bersepta,dan hifa semu. Hifa bersepta merupakan bentuk benang yang dibatasi oleh dinding pemisah sehingga hifa terpisah-pisah menjadi banyak sel-sel. Hifa tidak bersepta merupakan hifa yang didalamnya tidak dibatasi oleh sekat-sekat/dinding,hifa ini tampak sebagai sel-sel yang memanjang seperti pipa.Hifa semu merupakan hifa yang seakan-akan menyerupai rangkaian sel-sel,tetapi sel-sel tersebut sewaktu-waktu dapat terpisah.

Menurut warnanya pada manifestasinnya ada yang berwarna dan ada yang tidak berwarna.Warna hifa sebenarnya merupakan pigmen yang dihasilkan pada spora-spora jamur.Adanya spora jamur yang berumur muda dan tua ternyata juga akan mempengaruhi warna koloni jamur. Jamur termasuk dalam family dermaticeae.Hifanya berwarna hitam atau tengguli tua sedangkan hifa pada monilliceae biasanya tidak berwarna.

B. Septa

septa adalah adalah pembatas yang memisahkan suatu rongga atau ruang. 
dapat dilihat pada gambar diatas ada garis di melintang pada hifa tersebut itu yang dinamakan septa.

jamur dan kehidupanya

Monggo disimak, seng apik jimok wae, seng elek guangen adoh-adoh. Nek ora percoyo karo aku yo kono minggat to. Nek percoyo tinggalno komen
Jamur mempunyai beberapa cara hidup, sebagian besar jamur hidup secara saprofit dan parasit, walaupun ada sebagian kecil lainya jamur yang hidup sebagai simbion dan komensal.

  1. Saprofit: dimana jamur hidup tumbuh dan berkembang di inang yang sudah mati, atau sisa dari makluk hidup lainnya. Mengambil sisa bahan organik dan akan dirombak untuk dijadikan makannya. 
  2. Parasit: dimana jamur tumbuh dan berkembang di inang yang masih hidup dan merugikan inang tersebut. parasit dibagi menjadi dua bagian lagi, yaitu parasit obligat dan parasit fakultatif. parasit obligat yaitu : makhluk hidup yang kehidupannya tergantung kepada inangnya, jika inangnya masih hidup maka dia akan hidup dan jika inangnya mati dia akan mati juga. parasit fakultaif yaitu: mahluk hidup yang sebagian kehidupannya tergantung pada inangnya.
  3. simbion atau simbiosis: interaksi antara 2 individu yang hidup berdampingan dan tidak merugikan satu dengan yang lainya.
  4. komensal atau komensalisme: 2 individu yang hidup berdampingan tidak merugikan tetapi saling menguntungkan.
Jamur bereproduksi dengan dua cara, secara aseksual dan seksual. contohya seksual jamur yaitu bertemua spora jamur yang cocok dan melebur dan selanjutnya akan menjadi tubuh buah jamur tersebut.
setelah jamur tumbuh ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan jamur:
  1. substrat. jamur membutuhkan substrat untuk asupan makanya, yang paling penting yaitu glukosa, lipid atau lemak dan protein.
  2. kelembapan, tidak salah lagi jamur paling suka dengan kemlembapan. jamur paling suka dengan kelembapan sekitar 70-90%
  3. suhu, kisaran suhu yang dibutuhkan jamur yaitu dari 26-32 derajat C.
  4. derajat keasaman. jamur dapat tumbuh dari pH 4,5-7, tetapi jamur lebih suka tumbuh pada kisaran pH 4.5-5.
  5. dan masih banyak lagi yang lainnya.....
TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA, JIKA TERBACA SAYA MAKLUMI
klik iki nek wani games dan aplikasi seru!!!!!!! 

FUNGI

Ilmu yang mempelajari tentang Fungi adalah mikolaogi, berasal dari bahasa yunani, myces "Fungi" dan logos" ilmu/pengetahuan". orang pertama yang tertarik dengan mikolagi ialah Pier Antoni micheli seorang  ahli Botani berasal dari italy yang pada tahun 1729 menerbitkan bukunya yang berjudul NOVA PLANTARUM GENERA.

fungi dibagi atas 3 bagian yaitu , yeast, mold dan mushroom. dan jika saya terjemahkan artinya Jamur terbagi 3 bagian yaitu khamir, kapang dan cendawan. 
Banyak yang salah paham tentang jamur di Indonesia, banyak yang menyamakan antara kata jamur dan cendawan. padahal itu berbeda satu dengan yang lainnya. 
Jika kita menyebutkan jamur, maka khamir, kapang dan cendawan termasuk didalamnya.

  1. khamir atau yeast: khamir tidak dapat dilihat dengan mata telanjang hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop. khamir hanya berbentuk seperti hifa yang sangat kecil. khamir biasnya digunakan untuk alat fermentasi.
  2. kapang atau mold: kapang berbentuk seperti benang benang yang banyak atau sering disebut miselium, kumpulan dari beberapa hifa, tetapi kapang ini dapat diliihat menngunakan mata telanjanga tanpa menggunakan mikroskop. contohnya seperti kapang pada tempe, atau jamur tempe jamur ditempat makanan yang sudah membusuk.
  3. cendawan atau mushroom : cendawan sering kita sebut sebagai jamur, atau jamur makro, atau jamur besar yang sudah mempunyai tubuh buah yang dapat kita lihat bagian bagian tubuh buah tanpa menggunakan mikroskop. Bentuk tudung, tangkai dan lainya terlihat jelas, seperti jamur merang.
Bedakan juga antara khamir dan ragi. khamir bukanlah ragi. 

TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA, JIKA TERBACA SAYA MAKLUMI.
 ini bukan hanya untukmu, ini untukku juga. ini bukan memaksa jadi milikmu, ini paksaan untukku supaya mengingatnya.

klik nang kene games dan apliasi seru!!!!!
 

Mikrobiologi

mikrobiologi adalah sebuah cabang kajian ilmu yang mempelajari tentang mikroorganisme.  objek makhluk hidup yang perlu dilihat dengan menggunakan mikroskop yaitu fungi, bakteri, protozoa, dan virus.
Mikrobiologi berasal dari bahasa yunani micro, bios dan logos. Micro "kecil", bios "hidup", dan logos "pengetahuan/ilmu". Jadi dapat diartikan secara singkat bahwa mikrobiologi yaitu ilmu yang mempelajari makhluk hidup yang kecil-kecil.
disini saya tidak akan membahas panjang lebar tentang sejarah munculnya mikrobiologi, Kita hanya perlu tau kenapa ilmu mikrobiologi ini muncul. Mikrobiologi ini muncul karena adanya seorang Antonio Van Leeuwenhoek pada tahun 1684 beliau adalah orang pertama yang melihat bakteri dengan mikrosop, tetapi sebelum beliau ada seorang lagi yang mengamati dengan menggunakan mikroskop ini yaitu robert hooke dalam bukunya micrographia.

Inilah awal mulanya dan muncul beberapa ilmuan yang tertarik untuk mempelajari mikrobiologi seperti Louis Pasteur, Robert Kock,  dan lain lain, hingga sampai ke zaman mikrobiologi modern.

TERIMAKASIH TELAH MEMBACA JIKA TERBACA YA SAYA MAKLUMI.

ini untuk saya bukan paksaan untuk kamu, ini milik saya bukan memaksa untuk jadi milik kamu. 



Rabu, 07 Januari 2015

Jamur (identifikasi jamur)

sekilas tentang jamur,,,,
sekarang saya lagi bergelut di dunia mikologi, mikologi adalah satu ilmu yang mempelajari tentang jamur. saya bergelut dengan jamur karena saya sedang penelitian tentang jamur. yang lebih tepatnya yaitu jamur makroskopis. hampir saya putus asa karena judul ini, kurangnya sumber yang berbahasa Indonesia membuat saya sangat prustasi. sumber yang saya cari tentang jamur yang versi indonesia kebanyakan tentang bisnis jamur. yang membahas apa itu jamur sangat jarang di temukan, kalaupun ada sangat sulit untuk di temukan dan tidak beredar luas.

akhirnya saya berpindah haluan mencari buku dan jurnal versi bahasa internasional. sangat banyak dan cukup memuaskan tetapi membuat saya pening. semangat harus tetap ada untuk mencapai gelar SP. petani yang mempunyai gelar.... hahahahahaha

Sebelum tau lebih dalam kita harus mengetahui apa itu fungi, apa itu khamir, apa itu jamur dan apa itu kapang?????

menurut kesimpulan saya fungi adalah kumpulan dari khamir, jamur dan kapang. saya simpulkan dari buku gandjar 2014 dan browsing dari google....
1. khamir
2. kapang
3. cendawan
 
langkah kedua kita harus mengetahui cara hidup fungi tersebut. menurut achmad, 2011 berdasarkan cara hidup fungi dikelompokan menjadi 4 : parasit, saprob, komensal, dan simbion.


langkah yang ketiga kita harus mengenal lebih jauh dunia mikologi.
banyak buku untuk identifikasi jamur buku yang saya pakai yaitu dari gandjar 2014, webster and weber 2007. dan alexopoulus 1962



Sabtu, 31 Mei 2014

SEKILAS TENTANG REPRODUKSI JAMUR

sebelum kita mengetahui bagaimana jamur ber reproduksi saya sebagai penulis ingin memberikan trik dari buku gandjar, I. bagaimna cara mengetahui apakah di lingkungan kita banyak jamur atau tidak. caranya cukup mudah yaitu letakkan saja cawan petri yang sudah berisi media dapat seperti medium Potato Dextro Agar atau tauge extract 6% sucrose agar, setelah itu biarkan cawan petridis tersebut selama 30 menit di udara terbuka, setelah itu di inkubasi selama 2-7 hari. lalu di amati, maka akan terlihan dicawan tersebut koloni-koloni kapang yang tercampur dengan koloni khamir atau pun bakteri.

REPRODUKSI jamur
jamur bereproduksi ada yang uniseluler ada juga yang multiseluler.
1. jamur yang uniseluler berkembang biak dengan seksual dengan membentuk tunas, sedangkan dengan aseksual jamur akan membentuk spora askus.
2. jamur multiseluler berkembangbiakan dengan seksual dan aseksual, seksual melalui pelaburan antara inti jantan dan betina sehingga akan membentuk spora askus dan spora basidium, sedangkan aseksual dengan cara memutuskan benang hifa (fragmentasi) dan membentuk spora (zoospora, endospora dan konidia)

konidia:
askus spora:
konidia:
hifa:
misellium:
zoospora:
endospora:

Kamis, 29 Mei 2014

TUTORIAL MEMBELI BUKU DI belbuk.com



Langkah awal untuk membeli buku di belbuk.com
Sebelum saya memberikan tutorial membeli buku di belbuk.com saya akan memberikan bukti kalau saya pernah membeli buku di belbuk.com




Terimakasih kepada belbuk.com walaupun bayarnya tidak COD saya tetap percaya karena banyak di blog atau di FB yang cerita kalau belbuk.com dapat di percaya, mudah-mudahan dengan buku ini skripsi saya lancer….. amin
Gini caranya belanja di belbuk…Langkah awalnya yaitu:

1. klik pada kolom pencarian, ketik judul buku atau nama pengarang buku yang ingin di beli, contoh judul buku mikologi dasar dan terapan (klik aja mikologi, belbuk akan mencari sesuai dengan apa yang di minta, tetapi tulisan mikologi harus benar) setelah itu klik cari (tulisan judul atau nama pengarang buku harus tepat), lihat ni ketentuan dari belbuk.com


2. buku yang dicari ketemu, setelah ketemu klik judul bukunya maka akan muncul seperti gambar dibawah ini, lalu klik masukan ketroli belanja.




3. setelah itu klik transaksi untuk proses pembelian buku, atau kalau mau menambah buku lain untuk di beli klik belanja lagi.


4. kemudian akan muncul seperti yang terdapat pada gambar dibawah ini, kalau belum mempunyai akun belbuk maka daftar dulu ya,,,! Isi formulir yang di sediakan belbuk dengan benar, karena belbuk akan mengirim ke alamat anda.


6.  ini contoh yang harus di isi dengan benar…..


6. kemudian stelah data sudah siap maka akan muncul seperti gambar di bawah ini, jika metode pengiriman terdapat lebih dari 1, pilih yang menurut anda terpercaya, di gambar ini hanya 1 metode pengiriman jadi tidak dapat memilih. Setelah itu klik lanjut…..


7. kemudian setelah klik lanjut akan muncul seperti gambar dibawah ini, klik salah satu metode pembayaran yang anda inginkan, maka belbuk akan memberikan nama dan no rek. Perlu di ingat jika harga buku Rp 85.4500,00 maka anda harus membayar 85.4500 jangan di genapkan menjadi 85.500 terkadang belbuk tidak merespon karena tidak terdeteksi.
  

9. hal perlu di ingat setelah melakukan transfer, buka belbuk.com dan lakukan konfirmasi transfer, klik konfirmasi transfer dan tunggu, paling lama pengiriman aitu 7-14 hari



mudah-mudahan membentu

Selasa, 13 Mei 2014

LIMPASAN (permukaan air tanah) RUNOFF



BAB I
PENDAHULIAN

1.1. LATAR BELAKANG
Jumlah air di bumi sangat besar, kira-kira 1,36 milyar km3. Dari jumlah tersebut sekitar 97,2% merupakan air yang berada di laut, 2,15% berupa es dan salju, sedang sisanya yang 0,65% merupakan air yang terdapat di danau, sungai, atmosfer dan air tanah. Meskipun persentase dari bagian yang terakhir ini sangat kecil, tetapi jumlahnya sangat besar.
Air merupakan komponen yang sangat penting bagi kehidupan di muka bumi. Dengan meningkatnya kebutuhan akan air, para ilmiawan memberikan perhatian yang sangat besar terhadap kelangsungan perubahan air di atmosfer, laut dan daratan. Sirkulasi suplai air di bumi yang tidak putusnya disebut siklus hidrologi. Siklus ini merupakan pancaran sistem energi matahari atmosfer merupakan rantai yang menghubungkan lautan dan daratan. Air dari laut, secara tetap mengalami evaporasi menjadi uap air yang berada di atmosfer. Angin akan mengangkut uap air ini. Kadang pada jarak yang sangat jauh. Uap air ini akan berkumpul membentuk awan. Apabila awan sudah jenuh, maka akan berubah menjadi hujan.
Hujan yang jatuh di laut mengakhiri siklus ini dan akan mulai dengan siklus yang baru. Hujan yang jatuh di daratan akan melalui jalan yang lebih panjang untuk mencapai laut. Apa yang terjadi apabila hujan jatuh di daratan ? Sebagian air hujan akan meresap ke dalam tanah dan sebagian lagi akan mengalir di permukaan ke darah yang lebih rendah, dan kemudian akan berkumpul di danau atau sungai dan akhirnya mengalir ke laut. Bila curah hujan lebih besar daripada kemampuan tanah untuk menyerap air, maka kelebihan air tersebut akan mengalir dipermukaan menuju ke danau atau sungai. Air yang meresap ke dalam tanah (infiltrasi) atau yang mengalir di permukaan (run off) akan menemukan jalannya untuk kembali ke atmosfer, karena adanya evaporasi dari tanah, danau dan sungai. Air yang meresap ke dalam tanah juga akan diserap oleh tumbuhan dan akan kembali menguap melalui daunnya kembali ke atmosfer. Proses ini disebut transpirasi.
Apabila hujan jatuh di daerah beriklim dingin, airnya tidak langsung meresap ke dalam tanah atau mengalir sebagai run off, atau menguap. Air tersebut akan menjadi salju atau es, yang merupakan cadangan air yang cukup besar di daratan. Apabila salju atau es ini mencair, dapat menyebabkan naiknya muka air laut dan menggenangi daerah pantai. Meskipun jumlah uap air di bumi waktu tertentu sangat sedikit dibandingkan dengan jumlah total suplai air di bumi, tetapi jumlah absolut dalam siklus yang melalui atmosfer setiap tahunnya sangat besar, kira-kira 380.000 km3, jumlah yang cukup untuk menutupi permukaan bumi sampai kedalaman sekitar satu meter. Karena jumlah total dari uap air di atmosfer kira-kira tetap sama, maka curah hujan tahunan rata-rata di permukaan bumi harus sama dengan jumlah air yang menguap. Tetapi untuk semua daratan, jumlah curah hujan lebih banyak daripada penguapan, sebaliknya di laut, jumlah penguapan lebih banyak daripada curah hujannya. Karena muka air laut tidak mengalami penurunan, maka curah hujan di daratan sebanding dengan penguapan di laut.



BAB II
PEMBAHASAN

2.1. ALIRAN AIR PERMUKAAAN ( RUN OFF )
Hujan yang jatuh di laut mengakhiri siklus ini dan akan mulai dengan siklus yang baru. Hujan yang jatuh di daratan akan melalui jalan yang lebih panjang untuk mencapai laut.
Setiap tetes air hujan yang jatuh ke tanah merupakan pukulan-pukulan kecil ke tanah. Pukulan air ini memecahkan tanah yang lunak sampai batu yang keras. Partikel pecahan ini kemudian mengalir menjadi lumpur, dan lumpur ini menutupi pori-pori tanah sehingga menghalangi air hujan yang akan meresap ke dalam tanah. Dengan demikian maka semakin banyak air yang mengalir di permukaan tanah. Aliran permukaan ini kemudian membawa serta batu-batu dan bongkahan lainnya, yang akan semakin memperkuat gerusan pada tanah. Goresan akibat gerusan air dan partikel lainnya ke tanah akan semakin membesar. Goresan ini kemudian menjadi alur-alur kecil, kemudian membentuk parit kecil, dan akhirnya berkumpul menjadi anak sungai. Anak-anak sungai ini kemudian berkumpul menjadi satu membentuk sungai.
Sebagian air hujan akan meresap ke dalam tanah dan sebagian lagi akan mengalir di permukaan ke darah yang lebih rendah, dan kemudian akan berkumpul di danau atau sungai dan akhirnya mengalir ke laut. Bila curah hujan lebih besar daripada kemampuan tanah untuk menyerap air, maka kelebihan air tersebut akan mengalir dipermukaan menuju ke danau atau sungai. Air yang meresap ke dalam tanah (infiltrasi) atau yang mengalir di permukaan (run off) akan menemukan jalannya untuk kembali ke atmosfer, karena adanya evaporasi dari tanah, danau dan sungai.
Run off adalah bagian curahan hujan (curah hujan dikurangi evapotranspirasi dan kehilangan air lainnya) yang mengalir dalam air sungai karena gaya gravitasi; airnya berasal dari permukaan maupun dari subpermukaan (sub surface). Runoff dapat dinyatakan sebagai tebal runoff, debit aliran (river discharge) dan volume runoff.
Pada permulaan aliran air/sungai terjadi karena air mengalir mengikuti retakan-retakan/patahan-patahan (joint) yang ada di permukaan bumi. Sehingga pada awalnya daerah tersebut bukan merupakan daerah aliran sungai, tetapi merupakan akumulasi air, kemudian terjadi proses lanjutannya seperti prose pelapukan, erosi, pelarutan dan sebagainya. Proses tersebut berjalan terus, sehingga berkembang menjadi sebuah parit-parit kecil yang makin lama makin tertoreh/terkikis baik secara lateral maupun vertikal. Akhirnya terbentuk sungai-sungai kecil sebagai sistem sungai.
            Kegiatan-kegiatan aliran air sungai tergantung pada beberapa faktor (Lobeck, 1939: 158) adalah sebagai berikut :
1.      Curah hujan yang tinggi, hujan yang efektif (tinggi) tidak saja menyebabkan aliran yang kuat, tetapi juga bertambah banyaknya jumlah aliran sungai yang permanen. Sebagai contoh,  sungai-sungai dibagian timur Amerika Serikat lebih banyak jika dibandingkan dengan di bagian barat.
2.      Tanah-tanah ponus yang dalam dan banyaknya tumbuhan yang tumbuh cenderung menyerap air hujan dan mengurangi aliran permukaan (run-off) . Seperti pada daerah-daerah tinggi yang luas dipantai selatan Alabama dan Missisipi, walaupun curah hujan tinggi tetapi sungai tidak banyak jumlahnya.
3.      Daerah yang terdiri dari batu gamping serta aliran bawah permukaan (bawah tanah) tidak menyebabkan terdapatnya aliran permukaan. Misalnya didaerah Karst Dalmatia tidak mempunyai banyak sungai, walaupun curah hujannya paling lebat didaerah Eropa.
4.      Daerah arid dengan vegetasi yang kurang menentukan aliran sungai, baik volume, jumlah air , maupun keadan permanen aliran yang minimum.
5.      Tanah-tanah liat yang kedap air sungai glacial, menambah aliran air permukaan yang mengurangi jumlah aliran bawah tanah, sehingga mempercepat pengerjaan erosi.
Aliran air pada sebuah sungai pada umumnya mengalir tidak tetap, mengikuti muatan sedimen unsure-unsur lain yang larut didalam air. Oleh karena itu, sungai mempunyai ciri yang tersendiri  dan berbeda dengan massa air lain seperti danau, laut, dan sebagainya. Adapun ciri tersebut adalah sebagai berikut seperti yang dikemukakan oleh Sudarja dan Akub (1977: 38) antara lain adalah sebagai berikut :
1.      Pengalirannya tidak tetap, kadang kala alirannya deras dan ada kalanya lambat, menghilang ke bawah permukaan dan sebagainya.
2.      Mengangkut material, dari mulai Lumpur yang halus, pasir, kerikil sampai pada material batuan yang lebih besar yang tergantung besar alirannya.
3.      Mengalir mengikuti saluran tertentu yang pada sisi kanan kirinya dibatasi oleh tebing yang bias curam berupa lembah-lembah dari lembah dangkal sampai pada lembah-lembah yang dalam.
            Sungai sebagai suatu system yang terdiri dari beberapa anak sungai yang tergabung ke dalam sungai induk pada suatu daerah aliran. Jadi daerah aliran suatu sungai yang sering disebut DAS merupakan suatu wilayah ekosistem yang dibatasi oleh pemisah topografi dan berfungsi sebagai pengumpul, penyimpan dan penyalur air beserta sedimen dan unsur hara lainnya. Melalui system sungai yang mempunyai outlet tunggal, system aliran pada DAS terbagi ke dalam daerah aliran hulu, daerah aliran tengah, daerah aliran hilir. Di masing-masing daerah aliran ini terjadi proses geomorfik yang berbeda. Misalnya di bagian daerah aliran hulu biasanya terjadi erosi vertical, bagian daerah tengah terjadi erosi vertical dan lateral kira-kira sama kuat, dan didaerah aliran hilir terjadi proses erosi lateral. Kegiatan aliran air sungai biasanya adalah mengambil (mengerosi/ mengikir), mengangkut, dan mengendapkan, sehingga suatu lembah sungai sangat tidak tetap dalam arti selalu mengalami perubahan-perubahan tersebut dapat tejadi pada panjang, lebar atau dalamnya lembah.
            Air sungai dalam perjalannanya dari hulu ke hilir melakukan kegiatan mengikis, mengambil bahan lepas, mengangkut dan mengendapkan.Suatu lembah penampangnya tidak tetap dan sifatnya dinamik (mengalami perubahan-perubahan). Perubahan ini di sebabkan karena erosi, erosi tersebut bias berupa erosi mudik(menyebabkan lembah panjang kearah  ulu), erosi lateral (menyebabkan pelebaran lembah), dan erosi vertical (menyebabkan pendalaman lembah). Lembah dapat bertambah panjang akibat terjadi erosi lateral pada daerah-daerah aliran sungai pada stadium tua. Terbentuknya meander menyebabkab bertambah panjangnya lembah. Meander merupakan aliran merupakan aliran sungai yang berliku-liku sebagai akibat dari erosi lateral, sehingg dengn berliku-likunya aliran sungai lembah sungaipun bertambah panjang.
Perubahan muka air laut dimana sungai tersebut bermuara. Penurunan muka air laut ini dapat disebabkan karena terjadi pengangkatan dasar laut atau penurunana dasar laut. Terjadinya penurunan dan pendangkalan dasar laut menyebabkan aliran sungai bertambah panjang kearah laut, muara bergeser kearah laut dan garis pantai bertambah lebar.
2.2.PROSES TERJADINYA RUNOFF (LIMPASAN PERMUKAAN)
Pada saat hujan turun, tetesan pertama air hujan ditangkap oleh daun dan tajuk vegetasi. Ini biasanya disebut sebagai simpanan intersepsi.

Infiltrasi
Kurva kapasitas infiltrasi
Curah Hujan
Retensi


Kalau hujan berlangsung terus, air hujan yang mencapai permukaan tanah akan meresap ke dalam tanah (infiltrasi) sampai mencapai suatu taraf dimana intensitas hujan melebihi kapasitas infiltrasi tanah. Setelah itu, celah-celah dan cekungan di permukaan tanah, parit-parit, dan cekungan lainnya (simpanan permukaan) semua dipenuhi air, dan setelah itu barulah terjadi runoff.
Kapasitas infiltrasi tanah tergantung pada tekstur dan struktur tanah, dan dipengaruhi pula oleh kondisi lengas tanah sebelum hujan. Kapasitas awal (tanah yang kering) biasanya tinggi, tetapi kalau hujan turun terus, kapasitas ini menurun hingga mencapai nilai keseimbangan yang disebut sebagai laju infiltrasi akhir.
Proses runoff akan berlangsung terus selama intensitas hujan lebih besar dari kapasitas infiltrasi aktual, tetapi runoff segera berhenti pada saat intensitas hujan menurun hingga kurang dari laju infiltrasi aktual.
2.3.FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RUNOFF
Terlepas dari karakteristik hujan, seperti intensitas hujan, lama hujan dan distribusi hujan, ada beberapa faktor khusus lokasional (daerah tangkapan air) yang berhubungan langsung dengan kejadian dan volume runoff.
1.      Tipe Tanah
Kapasitas infiltrasi suatu tanah dipengaruhi oleh porositas tanah, yang menentukan kapasitas simpanan air dan mempengaruhi resistensi air untuk mengalir ke lapisan tanah yang lebih dalam.
Porositas suatu tanah berbeda dengan tanah lainnya. Kapasitas infiltrasdi tertinggi dijumpai pada tanah-tanah yang gembur, tekstur berpasir; sedangkan tanah-tanah liat dan berliat biasanya mempunyai kapasitas infiltrasi lebih rendah.  Bagan-bagan berikut menyajikan beragam kapasitas infiltrasi yang diukur pada berbagai tipe tanah.
Kapasitas infiltrasi juga tergantung pada kadar lengas tanah pada akhir periode hujan sebelumnya. Kapasitas infiltrasi aweal yang tinggi dapat menurun dengan waktu (asalkan hujan tidak berhenti) hingga mencapai suatu nilai konstan pada saat profil tanah telah jenuh air.
Liat
Lempung
Lempung berpasir
Pasir

Kondisi seperti ini hanya berlaku kalau kondisi permukaan tanah tetap utuh tidak mengalami gangguan. Telah diketahui bahwa rataan ukuran tetesan air hujan meningkat dengan meningkatnya intensitas hujan. Dalam suatu intensitas hujan yang tinggi, energi kinetik tetesan air hujan sangat besar pada saat memukul permukaan tanah. Hal ini dapat menghancurkan agregat tanah dan dispersi tanah, dan mendorong partikel-partikel halus tanah memasuki pori tanah. Pori tanah dapat tersumbat dan terbentuklah lapisan tipis yang padat dan kompak di permukaan tanah sehingga mereduksi kapasitas infiltrasi.
Fenomena seperti ini lazim disebut sebagai “capping, crusting atau sealing”. Hal ini  dapat menjelaskan mengapa di daerah-daerah arid dan semi-arid yang mempunyai pola hujan dengan intensitas tinggi dan frekuensi tinggi, volume rinoff sangat besar meskipun hujannya sebentar dan kedalaman hujan relatif kecil.
Tanah-tanah dengan kandungan liat tinggi (misalnya tanah-tanah abu volkan dengan kandungan liat 20% ) sangat peka untuk membentuk kerak-permukaan dan selanjutnya kapasitas infiltrasi menjadi menurun. Pada tanah-tanah berpasir, fenomena kerak-permukaan ini relatif kecil.
2.      Vegetasi
Besarnya simpanan intersepsi pada tajuk vegetasi tergantung pada macam vegetasi dan fase pertumbuhannya. Nilai-nilai intersepsi yang lazim adalah 1 - 4 mm. Misalnya tanaman serealia, mempunyai kapasitas simpanan intersepsi lebih kecil dibandingkan dengan rumput penutup tanah yang rapat. Hal yang lebih penting adalah efek vegetasi terhapad kapasitas infiltrasi tanah.  Vegetasi yang rapat menutupi tanah dari tetesan air hujan dan mereduksi efek kerak-permukaan.  Selain itu, perakaran tanaman dan bahan organik dalam tanah dapat meningkatkan porositas tanah sehingga memungkinkan lebih banyak air meresap ke dalam tanah. Vegetasi juga menghambat aliran air permukaan terutama pada lereng yang landai, sehingga air mempunyai kesempatan lebih banyak untuk meresap dalam tanah atau menguap.

3.      Kemiringan dan ukuran daerah tangkapan
Pengamatan pada petak-petak ukur runoff menunjukkan bahwa  petak-petak pada lereng yang curam menghasilkan runoff lebih banyak dibanding dengan petak-petak pada lereng yang landai. Selain itu, jumlah runoff menurun dengan meningkatnya panjang lereng. Hal seperti ini terjadi karena aliran air permukaan lebih lambat dan waktu konsentrasinya lebih panjang (yaitu waktu yang diperlukan oleh tetes air hujan untuk mencapai outlet daerah tangkapan air). Hal ini berarti bahwa air mempunyai lebih banyak kesempatan untuk infiltration dan evaporasi sebelum ia mencapai titik pengukuran di outlet. Hal yang sama juga berlaku kalau kita membandingkan daerah-daerah tangkapan yang ukurannya berbeda.
Efisiensi runoff (volume runoff per luasan area) meningkat dengan menurunnya ukuran daerah-tangkapan air, yaitu semakin besar ukuran daerah-tangkapan berarti semakin besar (lama) waktu konsentrasi air dan semakin kecil efisiensi runoff.
Efisiensi Runoff
Ukuran Zone Tangkapan Air, A  (hektar)



Akan tetapi harus diingat bahwa diagram pada gambar di atas dibuat dari kasus khusus di daerah “Negev desert” dan tidak berlaku umum di daerah-daerah lainnya. Diagram ini menyajikan pola kecenderungan umum hubungan runoff dan ukuran daerah tangkapan.
2.4. HUBUNGAN ANTARA RUNOFF, EROSI DAN KONSERVASI
Kerusakan tanah pertanian di daerah tropis sebagian besar disebabkan oleh pemilihan dan penerapan teknologi yang salah tanpa memeperhatikan nilai-nilai ekologi. Salah satu dampak pemilihan dan penerapan teknologi yang tidak benar adalah erosi.
Erosi tanah adalah suatu proses atau peristiwa yang menyebabkan terlepasnya partikel-partikel tanah sebagai akibat tenaga air, angin atau salju dan pengalirannya ke daerah yang lebih rendah. Erosi mengakibatkan merosotnya produktivitas tanah, menurunnya daya dukung tanah untuk memproduksi hasil pertanian dan terganggunya nilai keseimbangan lingkungan hidup.
Di daerah tropis basah seperti Indonesia, erosi terutama disebabakan oleh daya rusak air hujan. Air hujan yang jatuh ke permukaan tanah sebagian merembes ke dalam tanah, sebagian kecil menguap dan sebagian lagi mengalir di permukaan tanah menuju tempat yang rendah. Aliran permukaan (run off) inilah yang menjadi penyebab erosi.
Erosi yang di sebabkan oleh aliran air di permukaan dapat dicegah dengan adanya konservasi, atau penanaman tumbuh-tumbuhan. Tumbuh-tumbuhan ini ditanam bertujuan untuk menambah kapasitas penampungan air agar tidak terlalu cepat terjadinya peluapan air di dalam permukaan.

Daftar pustaka
Sudarja Adiwikarta dan Akub Tisnasomantri, (1977), Geomorfologi jilid 1, Bandung
            Jurusan Pend. Geografi IKIP Bandung.